Keajaiban Sedekah

“Maaf ya, Ki. Hari ini rotimu banyak yang sisa. Terjual sepuluh buah saja.” Bu Rita memberikan dua lembar uang sepuluh ribuan dan si...




“Maaf ya, Ki. Hari ini rotimu banyak yang sisa. Terjual sepuluh buah saja.” Bu Rita memberikan dua lembar uang sepuluh ribuan dan sisa roti titipan pada Kiki.

“Tidak apa-apa Bu Rita. Alhamdulillah,” jawab Kiki dengan sedikit lesu. Ia tak dapat menyembunyikan kekecewaannya.

Kiki adalah anak yatim piatu. Ia tinggal dan diasuh oleh adik ibunya, yang ia panggil Tante An. Sehari-hari Tante An berjualan roti. Roti tersebut dititipkan di warung-warung dekat rumahnya untuk dijual. Kiki senang sekali bisa membantu Tante An membuat roti. Karena Tante An memberikan separuh dari keuntungan penjualan roti pada Kiki.

“Te, ini uang hasil penjualan dan sisa rotinya.” Kiki meletakkan uang dan sekeranjang roti sisa di meja. Ia dapat melihat sedikit kekecewaan di wajah Tante An. Sudah seminggu ini roti yang ia titipkan di warung-warung tidak semua habis. Bahkan sisa roti hari ini lebih banyak dari kemarin.

“Yuk, kita bagikan sebagian roti-roti ini ke Bu Romlah. Anak-anaknya pasti senang bisa makan roti,” kata Tante An sambil tersenyum.

Tante An memang baik hati, batin Kiki. Meskipun hanya untung sedikit, Tante An tidak lupa untuk selalu berbagi pada orang yang kurang mampu, seperti tetangga mereka Bu Romlah dan Mbah Surip. Bu Romlah adalah janda dengan lima anak yang masih kecil-kecil. Sedangkan Mbah Surip adalah kakek tua yang hidup sebatang kara.

“Kenapa tidak kita jual lagi saja roti-roti ini ke warung Pak Amat di jalan raya, Te? Kiki bisa kok mengantarkan roti ini naik sepeda,” usul Kiki.

Lalu Tante An menjawab, “Tidak usah, Ki. Lebih baik kita sedekahkan saja ke yang membutuhkan. Insyaallah lebih berkah.”

“Kan kita masih bisa untung kalau roti-roti itu dijual lagi, Te.” Kiki bersikeras.

“Tidak apa-apa, Ki. Berjualan itu bukan hanya soal untung dan rugi. Yang penting berkah. Dan yang tidak kalah penting adalah bersedekah. Kalau kita rajin bersedekah, Allah akan memudahkan urusan kita.” Tante An memberi pengertian pada Kiki. Kiki mengangguk-angguk tanda setuju. Ia lalu masuk ke kamarnya. Dalam hati sebenarnya ia masih merasa sayang jika roti-roti sisa itu tidak dijual kembali.

Kiki terus memikirkan cara supaya roti-roti Tante An bisa habis terjual. Apa orang-orang bosan, ya dengan rasa roti buatan Tante An? tanya Kiki dalam hati. Tiba-tiba terbersit ide dalam benak Kiki. Ia lalu membuka-buka halaman buku resep. Ia menemukan beberapa resep kue sederhana. Bahan-bahannya tidak terlalu mahal. Ia pun menyampaikan idenya pada Tante An.

“Te, bagaimana kalau besok kita coba bikin kue saja? Nih, Kiki menemukan resep aneka kue.”
Kiki menyodorkan buku resep itu pada tantenya.

“Menurut Kiki, mungkin orang bosan dengan roti, Te. Tidak ada salahnya kan, kita coba sesuatu yang sedikit berbeda?”

Tante An membaca resep aneka kue di buku itu. Ada kue tape, kue pisang, brownies kukus, kue kelapa muda, dan lain-lain. Matanya berbinar riang. Ia menyetujui ide Kiki.

“Ide bagus, tuh, Ki. Besok kita coba bikin kue tape dan pisang keju, ya.”
*

Keesokan paginya, di dapur Tante An sudah tercium wangi kue tape dan kue pisang keju yang sedang dioven. Membuat kue ternyata mudah. Dan prosesnya pun lebih cepat karena adonannya tidak harus diuleni dan dibiarkan mengembang seperti roti. Kiki sangat bersemangat membantu Tante An. Ia berdoa supaya kali ini kue-kue Tante An bisa habis terjual.

Kue-kuenya sudah matang! Tante An mengeluarkan loyang kue dari oven dengan hati-hati karena masih panas. Hmm… wanginyaaa…

“Kiki, nanti kalau sudah dingin, tolong masukkan kue-kuenya dalam plastik, ya. Lalu tolong antarkan ke warung Bu Rita, Bu Ambar, dan Yuk Nah,” kata Tante An.

“Siap, Tante!” sahut Kiki bersemangat. “Oh iya, Te. Boleh tidak, kalau Kiki bawa beberapa untuk dijual ke teman-teman di sekolah?”

“Boleh, dong. Mudah-mudahan teman-teman Kiki suka, ya.”
*

“Hmm… enak sekali kue tape buatan tantemu, Ki,” kata Lila sambil mengigit kue tape.
“Iya, Ki. Lembut, wangi lagi,” sahut Rani setuju.
“Besok bawa lagi yang banyak, ya,” pinta Desi.
“Aku juga pesen kue pisang kejunya, dong!” timpal Bayu.
“Aku juga… aku juga!” sahut teman-teman Kiki yang lain.

Kiki senang sekali karena teman-teman menyukai kue-kuenya. Semua kue yang ia bawa hari ini ke sekolah, habis terjual. Bahkan Bu Nila, wali kelas Kiki juga membeli empat buah kue. Teman-temannya pun banyak memesan kue pisang dan tape untuk besok. Kiki lebih gembira lagi ketika mengetahui bahwa kue yang dititipkan di warung Bu Rita, Bu Ambar, dan Yuk Nah terjual semua.

“Alhamdulillah… seneng ya, Ki kalau orang-orang pada suka sama kue buatan kita,” kata Tante An riang.
“Iya, Te. Alhamdulillah. Besok temen-temen juga banyak yang pesen, lho.”
“Besok kita buat yang lebih banyak. Kita bagi juga ke Bu Romlah dan Mbah Surip.”
“Baik, Te. Minggu depan kita coba membuat kue kelapa muda sama brownies kukus ya, Te. Supaya bervariasi dan pelanggan tidak bosan.”
“Ide bagus tuh, Ki. Nah, sekarang Kiki sudah mengerti, kan ajaibnya bersedekah?” tanya Tante An.
“Ha? Maksudnya bagaimana, Te?” Kiki balik bertanya.

“Begini, seminggu kemarin kan roti kita banyak yang tidak laku. Meskipun untung sedikit, kita tetap berusaha memberi pada tetangga kita yang kurang mampu. Alhamdulillah Allah telah memberi kita jalan keluar supaya jualan kita laku sampai habis.” Tante An menjelaskan sambil mengelus kepala Kiki.
“Oh iya ya, Te. Karena kita suka berbagi, Allah memudahkan usaha kita,” sahut Kiki sambil tersenyum riang.

“Yup, benar sekali. Jadi, sedekah itu tidak harus menunggu kaya, atau menunggu kalau banyak uang. Lebih baik kita rutin bersedekah meskipun jumlahnya sedikit. Insyaallah lebih berkah dan Allah akan melancarkan semua urusan kita.” Tante An menambahkan.
Kiki menganggukkan kepala sambil mengangkat dua jempolnya tanda setuju. Ia sangat gembira hari ini karena semua kuenya habis terjual. Dan yang terpenting, Kiki sudah paham akan keajaiban bersedekah.

***




Perempuan Berkarya dan Berdaya dari Rumah, Bisa! Bersama Alfamart, The Jannah Institute, dan Bidadari Jember

“Women are the real architects of society.” (Harriet Beecher Stowe) Nggak berlebihan rasanya menelaah makna dari quote di atas....


pelatihan pemberdayaan perempuan 1


“Women are the real architects of society.” (Harriet Beecher Stowe)

Nggak berlebihan rasanya menelaah makna dari quote di atas. Karena memang perempuan sejatinya adalah tonggak peradaban. Di balik kelemahlembutan tersimpan kekuatan. Di balik kesabaran terdapat hasrat yang menggebu untuk berkarya, melakukan sesuatu yang bernilai di mata masyarakat.

Jika berbicara dari segi ekonomi, fenomena working mom kini sudah menjadi hal biasa. Namun sebagian juga merasakan dilema, terutama berkaitan dengan meninggalkan anak sehingga waktu bersama keluarga berkurang. Tapi, bukan perempuan namanya jika nggak punya solusi. Kini, sering muncul istilah womenpreneur atau mompreneur yang kerap diartikan sebagai perempuan yang berkarya (dari rumah) dan bisa membantu perekonomian keluarga. Mereka pun berlomba-lomba menjadi kreatif dalam berkarya sesuai passion masing-masing. Ada yang memasak, baking, crafting, menulis, dan sebagainya.

Dengan semakin marak bermunculan womenpreneur, Pelatihan Pemberdayaan Masyarakat semakin banyak pula diadakan. Seperti yang diselenggarakan Alfamart pada hari Kamis, 19 April 2018 lalu. Bekerja sama dengan The Jannah Institute dan didukung oleh komunitas Bidadari Jember, acara Pelatihan Pemberdayaan Masyarakat (Khusus Perempuan) tersebut berlangsung sangat meriah. Pelatihan yang bertempat di Rumpi Rumpi Bistro Jalan Tidar Jember itu dihadiri oleh 20 orang womenpreneur anggota komunitas Bidadari Jember dan 10 orang blogger.

pelatihan pemberdayaan perempuan 3


Mbak Ratnadiast, founder komunitas Bidadari Jember, membuka acara selaku MC. Ia bercerita sedikit mengenai latar belakang terbentuknya Bidadari Jember. Menjadi perempuan berdaya yang saling mendukung sesama anggotanya tanpa mengesampingkan kodrat adalah tujuan komunitas ini. Kemudian acara dilanjutkan dengan sambutan dari Bapak Yosia Andika selaku Branch Manager PT. Sumber Alfaria Trijaya area Jember dan sekitarnya. Beliau memaparkan bahwa Alfamart nggak jarang mengadakan kegiatan serupa sebagai bentuk dari kegiatan Coorporate Social Responsibility (CSR). Sebagai minimarket pertama dengan member terbanyak di Indonesia, Alfamart berharap dapat semakin dekat dengan masyarakat.

Crafting Session with Mayar Shopping
Pelatihan Pemberdayaan Khusus Perempuan tentu nggak lengkap tanpa hadirnya womenpreneur sebagai pembicara. Nah, sesi pertama kegiatan ini diisi oleh success story dari Mbak Dewi Uji, owner Mayar Shopping. Mompreneur asli Mojokerto ini bercerita tentang awal mula ia menjalani usaha crafting undangan dan suvenir unik. Ketika masih menginjak bangku kuliah, ia dimintai tolong oleh kerabatnya untuk membuat undangan. Agar terkesan unik dan catchy, ia memakai daun waru sebagai bahan dasarnya. Wuih, keren, ya!

Mbak Dewi Uji, owner Mayar Shopping

Nggak lengkap dong rasanya, kalau cuma menyimak cerita pembuatan undangan aja tanpa praktek. Maka Mbak Dewi Uji pun membawa alat dan bahan untuk para peserta supaya bisa praktek langsung. Hm, kebayang kan serunya! Kami pun mulai riuh mencoba membuat undangan dan suvenir berbahan dasar kertas karton dan serbuk kayu. Hah, serbuk kayu? Yup, nggak nyangka ya, kalau sesuatu yang dianggap sebagai limbah pertukangan ini bisa disulap jadi sesuatu yang bernilai jual.

Keseruan para peserta membuat undangan dari serbuk kayu

Mbak Dewi Uji adalah salah satu contoh bahwa perempuan bisa berkarya dari rumah. Tentu masih banyak hobi dan keterampilan lain, yang jika diasah, akan berkembang hingga menghasilkan pendapatan untuk membantu perekonomian keluarga. Well, memang bukan tugas utama seorang perempuan untuk mencari nafkah. Namun, jika mempunyai hobi yang dapat disalurkan dan menghasilkan, serta dijalani dari rumah tanpa meninggalkan tanggung jawab utama sebagai ibu dan istri, why not?

Wedding souvenir by Mayar Shopping


Writing Engaging Caption for Social Media
Setelah kita punya produk (dan jasa) yang bisa dijual, what’s the next step? Promosi dong tentunya! Thank God di zaman yang serba canggih ini, promosi bisa dilakukan dengan modal jempol doang, hehe. Tinggal duduk manis, buka Instagram, upload foto produk kita, beres deh! Wait, nggak segampang itu juga, kalii. Upload foto pasti butuh caption yang kece agar produk kita menarik calon konsumen. Nah, pas banget karena di sesi kedua pelatihan ini, diisi oleh Mbak Prita HW yang membawakan materi tentang menulis caption menarik di media sosial.

Mbak Prita HW adalah seorang knowledgepreneur sekaligus founder The Jannah Institute. Sebagai seorang professional blogger dan social influencer, kesehariannya tentu nggak jauh-jauh dari yang namanya tulis-menulis, termasuk menulis caption. Kenapa sih, nulis caption aja kok sampe dipikirin bener? Itulah salah satu perbedaan antara pedagang dan pebisnis. Mbak Prita memaparkan bahwa seorang pedagang umumnya nggak memikirkan brand, yang penting laris aja. Tapi seorang pebisnis akan memikirkan dengan mantap konsep yang diusung dalam produknya, termasuk pada saat mempromosikan lewat media sosial. Di sinilah pentingnya belajar membuat caption yang menarik.

Prita HW, knowledgepreneur di The Jannah Institute & profesional blogger


Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam menulis caption agar membuat konsumen tertarik:
1.      Konsep yang matang
Membuat postingan di media sosial, terutama Instagram, itu nggak sembarangan, loh! Pemilihan warna background dan font pun sebaik mungkin disesuaikan dengan produk yang akan dipasarkan.
2.      Soft selling
Zaman sekarang orang paling males kalau melihat promosi yang bahasa jualannya to the point. Maka dari itu, menulis caption dengan soft selling akan lebih membuat konsumen penasaran.
3.      Benang merah antara gambar/foto dan caption
4.      Kaitkan dengan aktivitas sehari-hari
Menulis caption juga bisa dijadikan sarana personal branding. Merangkai kalimat dalam memadukan deskripsi produk dibalut sedikit penjelasan tentang aktivitas sehari-hari, tentu semakin membuat konsumen merasa engaged dengan kita.
5.      Komunikasi dua arah
Isi dari caption postingan kita sebaiknya juga mendandung kalimat yang mengajak konsumen untuk berkomunikasi dua arah. Contohnya dengan menggunakan kata sapaan seperti Moms, Girls, Bro atau yang lain, disesuaikan dengan target market produk.

Alfamart’s Collaboration with UMKM
Memasuki sesi ke tiga pelatihan ini, Mbak Vina (Merchandising Manager dari Alfamart) memberikan materi mengenai bagaimana produk UMKM dapat masuk perusahaan retail modern.
Di sini, Mbak Vina menjelaskan bahwa sebenarnya Alfamart itu welcome banget jika ada yang ingin memasukkan/memasarkan produknya di Alfamart. Namun tentu saja ada syarat-syarat yang harus dipenuhi, seperti:
1.       Harus sesuai dengan segmen Alfamart
2.      Ketersediaan tempat
3.      Potensi permintaan pasar
4.      Tren penjualan barang
5.      Keterkaitan kategori barang (diusahakan tidk duplikasi)
6.      Dukungan atas ketersediaan barang

Mbak Vina, Merchandising Manager Alfamart


Beberapa contoh produk UMKM yang berhasil masuk Alfamart adalah Keripik Ma’icih dan Keripik Karuhun Bandung, serta Kerupuk Kemplang Palembang. Nah, buat para womenpreneur yang sudah memiliki brand atau produk, boleh tuh coba menghubungi Mbak Vina. Siapa tahu produknya bisa lolos review dan mejeng di Alfamart.

Nah, setelah mendapat pelatihan keren ini, tinggal kita praktekkan ilmunya, nih. Sesuaikan dengan passion kita masing-masing. Saya yakin perempuan zaman sekarang sudah semakin broadminded. Berkarya dan berdaya itu nggak harus kerja kantoran, kok. Asal kita tekun dan telaten mengasah skill, insyaa Allaah akan terbuka jalan untuk menebar manfaat bagi umat.



Salam berkarya dan berdaya dari rumah 😊





Resep Awet Muda ala Mama

Perempuan mana sih yang nggak pengen terlihat awet muda? Selain pola hidup sehat, kira-kira apa lagi ya, yang bisa bikin kita keliha...


resep awet muda ala mama_judul 1

Perempuan mana sih yang nggak pengen terlihat awet muda? Selain pola hidup sehat, kira-kira apa lagi ya, yang bisa bikin kita kelihatan muda terus? Yuk, intip resep awet muda ala mama saya.

Jadi ceritanya, hari Jumat lalu Mama genap berusia 58 tahun. Seperti biasa, kami anak-anaknya memberikan ucapan dan do’a terbaik via Whatsapp group (but of course do’a terbaik kami untuk Mama selalu mengalir tiap hari, not just on her birthday).
O iya, Mama saya tinggal di Kediri, bersama adik pertama saya dan keluarganya (istri dan 1 anak). Sedangkan saya tinggal di Jember dan adik bungsu tinggal di Jakarta. Jadi, komunikasi sehari-hari kami via Whatsapp dan telepon.

Mama baru membalas pesan-pesan kami ba’da Dzuhur, sepulang mejaga Ujian Nasional SMU di sekolah. Beliau membagikan fotonya yang sedang membawa kue tart kiriman adik saya. Ketika melihat foto tersebut, I was like… OMG! She doesn’t look like almost sixty!

Di foto itu Mama terlihat senang sekali. Alhamdulillah, di usianya yang sudah nggak muda lagi, Mama tetap bisa berkarya dan berdaya. Mungkin itulah salah satu hal yang bikin beliau feeling happy.

resep awet muda ala mama 3
She doesn't look like almost sixty, does she?

Lalu, apa lagi ya rahasia Mama saya agar terlihat awet muda?
Well, sebenarnya ketika memutuskan menulis ini, saya nggak ada interview langsung sama Mama, sih. But of course I know my mom well enough to write about her daily life, hehehe 😊

·      Love what you do
So I guess this is her first recipe.
Mama adalah seorang guru Kimia SMU. Telah mengajar lebih dari 30 tahun, tentu sudah cukup membuktikan dedikasinya pada dunia pendidikan. Menjadi seorang pendidik selama lebih dari tiga dekade, tentu nggak mudah. Beradaptasi dengan kurikulum dan sistem pendidikan yang sering berubah, pergantian teknologi dalam mengajar, menghadapi berbagai karakter murid, paperwork yang menumpuk, serta mengerjakan tugas-tugas administratif lain adalah kewajiban yang harus beliau emban sehari-hari.

Saya sering membayangkan betapa pekerjaanya sangat menguras tenaga dan pikiran. Rasa jenuh dan lelah pasti kerap menghinggapi. Namun Mama mencintai pekerjaannya. Mama menjalaninya dengan ikhlas. Beliau mengubah rasa lelah menjadli lillah. So I guess LOVING WHAT YOU DO MEANS BEING GRATEFUL. Bersyukur atas apa yang Allah subhanahu wa ta’ala telah berikan. Allah telah menggariskan Mama agar bermanfaat untuk banyak orang melalui profesinya sebagai guru. Dan beliau mensyukuri anugerah itu.

resep awet muda ala mama 5
Mama bareng murid-muridnya

·      Make time to do sport
Sebagai seorang pengajar, Mama punya jam kerja dari pukul 6.30 pagi sampai sekitar pukul 2 siang. Kemudian beliau juga memberi les ke beberapa kelompok muridnya mulai sore hingga malam, biasanya sampai ba’da Isya’. Kebayang kaaan capeknyaaa.

Namun dengan jadwal padat tiap harinya, Mama tetap menyempatkan berolahraga. Dan olahraga ala beliau itu simpel banget. Cukup dengan berjalan kaki di sekitar komplek selepas Subuh. Tiga puluh menit morning-walk tiap hari, cukup untuk membuat badan fit. Apalagi kalau pagi tentu udara masih segar, sehingga pikiran pun jadi fresh.

Kadang di hari Minggu kalau sedang nggak ada kegiatan mengajar di Universitas Terbuka, Mama juga menyempatkan ber-car free day ria bareng teman-temanya.

resep awet muda ala mama 7

    
    Surround yourself with loving and supportive people
Bekerja sebagai guru selama lebih dari 30 tahun, membuat Mama punya banyak sekali teman dan relasi dari berbagai kalangan. Mama juga menjaga silah ukhuwah dengan teman-teman lamanya. Bahkan hubungan pertemanan tersebut tetap kuat hingga saat ini. Salah satunya adalah grup/komunitas alumni SMA Negeri 1 Kediri angkatan tahun ’79.

Kegiatan bersama teman-teman Mama nggak hanya sebatas ngumpul-ngumpul haha-hihi, tapi juag ada bakti sosial, check-up kesehatan gratis, membantu murid-murid SMAN 1 yang kurang mampu, santunan anak yatim, dan lain-lain.

Mereka juga saling support jika salah satu anggota ada yang ‘punya gawe’. Misalnya, saat bulan Desember lalu ada acara nikahan adik saya, teman-teman Mama dari berbagai kota menyempatkan hadir. Mereka biasanya menyewa bus dan berangkat rame-rame. Seru, ya!

So, being with people with positive vibes itu penting banget. Bikin pikiran kita jadi sehat. Efeknya, kita jadi happy terus dan kelihatan awet muda, kan? (Hehehe, maksa dikit gapapa kaliii, lol!)

resep awet muda ala mama 9
Mama n the gank

Having a very best friend
Mama punya satu teman baik. Saya biasa memanggilnya Tante Nanik. Mama dan Tante Nanik berteman sejak kecil. Mereka pergi ke sekolah yang sama. Kuliah di universitas yang sama, jurusan yang diambil pun sama. Sekarang mereka sama-sama telah menjadi Guru Kimia selama lebih dari 30 tahun.
They’re always there for each other. Saya sering mendapati Mama dan Tante Nanik ngobrol seru meski cuma via telepon. Mereka juga sering terlibat dalam berbagai kegiatan bareng-bareng.

Tante Nanik selalu ada saat Mama membutuhkan. Saya ingat waktu meninggalnya Papa, Tante Nanik dan keluarganya senantiasa ada untuk kami. Juga saat momen-momen penting seperti pernikahan saya dan adik-adik. Mama dan Tante Nanik pun pergi haji dan umroh bersama.

Mempunyai teman dekat yang selalu ada untuk menemani, menasihati, menertawakan, mengingatkan serta bersama dalam suka dan duka adalah suatu bentuk psychological support yang penting untuk menjaga kesehatan kita.

resep awet muda ala mama 10
Mama n her very best friend, Tante Nanik

·      Traveling sesekali
Hmm… penting banget ini, ya. Berkutat dengan rutinitas sehari-hari pasti lah bikin badan dan pikiran capek, suntuk, jenuh. Itu wajar. Semua perempuan pasti mengalami. Working mom maupun stay-at-home mom.

Kesibukan mengajar dan memberi les membuat Mama menghabiskan hampir seluruh waktunya sehari-hari. Berangkat pukul 6 lebih di pagi hari, pulang sekitar pukul 2, lalu lanjut memberi les hingga malam. Plus kalau hari Sabtu dan Minggu mama mengajar di Universitas Terbuka. Duh, kebayang capeknya!

Alhamdulillah Mama masih diberi kesempatan dan kesehatan untuk sesekali traveling bareng teman-temannya. Di usianya yang sudah hampir menginjak kepala 6, Mama sudah mengunjungi tempat-tempat wisata kece di Indonesia, seperti Tangkuban Perahu di Kabupaten Bandung, Candi Borobudur di Magelang, Lombok, hingga ke Singapura. (Kayaknya cocok jadi travel blogger nih emak gua, wkwkwkwk!)

resep awet muda ala mama 12





·      Dekat dengan-Nya
Last but not least, ini adalah resep yang paling penting. Karena sejatinya kecantikan tidak dinilai dari seberapa mahal biaya perawatan kulit yang telah dikeluarkan. Namun kecantikan adalah apa yang terpancar dari hati kita yang bersih.

Senantiasa mendekatkan diri pada Allah azza wa jalla, tubuh yang terasa ringan dalam melaksanakan shalat di awal waktu, lisan yang melantunkan kalam Allah, dan lidah yang tak henti berdzikir tentu akan mendatangkan ketentraman jiwa dan membersihkan qalbu dari berbagai macam penyakit. Sehingga inner beauty dengan sendirinya akan terpancar.



Sehat dan sakit itu datangnya dari Allah. Namun, sebagai makhluk ciptaan-Nya yang paling sempurna, tentu kita wajib berikhtiar dalam menjaga kesehatan pun kecantikan. Karena Allah itu suka dengan keindahan.
Tetap terlihat cantik dan awet muda di usia yang sudah nggak muda lagi adalah dambaan tiap perempuan. Selain pola hidup sehat, jangan lupa seimbangkan dengan resep ala Mama yang sudah saya bagi di atas, yaa.


Salam awet muda n sholihah 😊